Anggita Nurindah Kusuma

TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR =)
Tampilkan postingan dengan label Lomba Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba Blog. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Oktober 2013

Pengaruh Era Teknologi

Pengaruh Era Teknologi

   Pada jaman sekarang, teknologi sudah merambah ke seluruh dunia dengan modenya yang semakin canggih. Hampir semua kebutuhan hidup manusia tidak terlepas akan teknologi. Secara garis besar ada dua pengaruh teknologi terhadap kehidupan kita. Kali ini saya akan sedikit mencoba mengulasnya. Tetapi sebelumnya, mari kita cek ricek dulu tentang hal yang akan masuk dalam pembahasan di postingan ini.
   Pertama, mengetahui pengaruh globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan daerah. Dari banyaknya contoh, di sini saya mengambil beberapa saja, misal: terjadinya penurunan rasa cinta terhadap kebudayaan yang merupakan jati diri suatu bangsa, erosi nilai-nilai budaya, terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa.  
  Pembahasan kedua yakni meningkatkan kesadaran remaja untuk menjunjung tinggi kebudayaan bangsa sendiri karena kebudayaan merupakan jati diri bangsa. Apabila kebudayaan hilang, otomatis jati diri bangsa itu pun hilang. Dan jika jati diri suatu bangsa hilang, maka bangsa itu tak lagi layak dianggap ada.
    Di jaman yang maju ini, hampir semua pekerjaan manusia telah dibantu dengan teknologi. Alat teknologi yang paling familiar digunakan ialah komputer. Komputer kini digunakan hampir di semua pekerjaan manusia. Dengan adanya komputer, kita akan diringankan bebannya sehingga bisa menghemat waktu sekaligus tenaga. Kali ini saya akan menjelaskan beberapa pekerjaan manusia yang sudah sangat membutuhkan komputer dalam mengerjakannya.  Berikut adalah contohnya:

- Komputer dalam bidang pendidikan
    Dengan adanya teknologi komputer, kini kita dapat mencari informasi apa saja dengan internet, tentunya hal ini akan sangat membantu dalam proses belajar, kita dapat mengetahui hal hal yang berhubungan dengan sejarah, kebudayaan, politik, dan lain lain. Satu yang tidak kalah adalah dengan menggunakan komputer, belajar akan semakin mudah dan menyenangkan.
   Namun dengan belajar menggunakan teknologi inilah, organ tubuh manusia sangat disayangkan. Terutama apabila kegiatan belajar lewat teknologi ini diterapkan oleh para siswa atau yang berstatus sebagai pelajar. Rasanya, anak-anak ini justru harus dibimbing lebih baik dalam menjaga organ mereka yang masih normal. Dan selebihnya mengenai kelainan organ akibat era teknologi semakin maju akan dibahas pada bab setelah ini.


- Komputer dalam bidang kesehatan

  Teknologi komputer yang semakin canggih juga turut dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, rumah sakit yang sudah berstandar internasional saja sudah menggunakan komputer dalam melakukan proses operasi dan bedah, salah satu teknologi yang cukup dikenal dalam bidang kesehatan adalah alat roentgen. Alat ini digunakan untuk memeriksa bagian dalam pasien apabila pasien mengalami patah tulang. Setelah itu tercetak data yang berupa foto bagian tulang yang patah.
   Masih banyak lagi manfaat teknologi bagi kehidupan manusia. Tidak akan cukup waktu untuk membahas semua manfaat teknologi tersebut, dikarenakan kemajuan teknologi sangatlah pesat dan cepat. Teknologi memang memberikan banyak manfaat yang positif bagi kita, namun apabila teknologi digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, teknologi justru akan banyak menyebabkan kerugian bagi kehidupan masyarakat kita.
   Di saat kita sedang dalam keadaan panik di rumah sakit karena lupa membawa uang. Kita juga akan menemui manfaat teknologi canggih. Dan hal tersebut ada pada bab di bawah ini.

- Komputer dalam bidang perbankan 
   Saat ini kita dapat mengambil uang dengan cepat dan mudah tanpa harus pergi ke bank. Tentu saja hal ini karena adanya teknologi komputer pada mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Transfer uang juga sudah tidak memakan waktu lama, selain itu juga sebagai pembayar tagihan secara online.
   Dengan begitu, ketika kita sedang membutuhkan uang secara mendadak kita dapat mengambil uang itu melalui tempat-tempat terletaknya mesin-mesin ATM. Di samping itu, ketika kita akan membeli suatu barang secara online. Kita memerlukan mesin yang mampu mengirim uang pembayaran dalam jarak jauh. Kegiatan ini termasuk dalam kegiatan perdagangan, seperti di bawah ini.


- Komputer dalam Bidang Perdagangan

   Sekarang ini sedang boomingnya penjualan dan pembelian secara online. Adanya sistem jual beli online, kita cukup memilih barang di dalam internet, dan mentransfer uang 
via bank. Selanjutnya tinggal menunggu barang di kirim via titipan kilat, tentu saja sistem ini akan menghemat tempat bagi sang penjual yang tidak memiliki lapak yang luas untuk daganganya, dan juga akan mudah untuk mempublikasikan barang daganganya.

   Bagi pembeli pun tidak perlu datang langsung ke lokasi untuk membeli barang. Semisal sangat membutuhkan barang, pasti bentuk dan ragamnya tak hanya satu. Apalagi barang yang memiliki unsur seni, karena terbagi menjadi banyak bagian lagi. Akhirnya, jalan yang ada yaitu dengan menggunakan sistem online dengan komputer.
    Tak hanya itu, bahkan kadang penjualan karya seni itu tidak hanya berwujud barang. Namun juga bisa berwujud data. Penjelasan lebih lanjut ada pula setelah ini.


- Komputer dalam bidang kesenian
   Saat ini banyak perangkat lunak yang menyediakan layanan untuk mengembangkan bakat seni kita, contohnya adalah adobe photoshop, dengan software tersebut, seseorang yang hobi dalam desain grafis akan sangat tertolong oleh adanya software tersebut, tingkat kreatifitas kita juga akan semakin terasah kalau kita memanfaatkan software yang tersedia.
   Semua kreatifitas tadi hanya bisa dilakukan pada komputer. Lagi-lagi tergolong pada kategori teknologi. Hampir semua bidang pasti berhubungan dengan teknologi, dan membawa dampak positif.


    Setelah kita bahas pengaruh positifnya dari era teknologi. Selanjutnya kita bahas pengaruh negatif era teknologi dalam kehidupan manusia. Sesudah titik dua, pembahasan mengenai dampak negatif teknologi dimulai:

- Gangguan Mata
   Hal buruk utama yang akan terjadi pada manusia ialah gangguan mata. Apabila manusia sering menghadap pada komputer atau teknologi lainnya, maka mata akan mulai rabun. Sangat disayangkan jika hal ini terjadi pada anak-anak yang seharusnya masih memiliki organ tubuh normal. Kalau masih kecil sudah rabun, apa jadinya kalau nanti besar?? :)

- Kurangnya Hidup Bersosial atau Bermasyarakat
   Kita sering menjauh dari kehidupan bermasyarakat jika sudah terhubung dengan yang bernama teknologi. Terlebih kalau memanfaatkan teknologi itu hanya untuk kesenangan sendiri, seperti bermain game, browsing hal yang kurang penting, membuka sosial media, dan semacamnya. Jika sudah begitu, maka manusia akan lebih memilih di tempat yang menurutnya santai tanpa memikirkan lingkungan di luar sana.
   Yang paling saya takuti adalah salah didik pada anak. Kadang orang tua berpikir, bermain android, tablet dan sebagainya di rumah lebih baik. Dari pada anak mereka harus mendapat pergaulan yang kurang baik. Padahal justru anak harus dididik bersosialisasi di lingkungannya masing-masing, Selain berguna menambah teman, juga memudahkan mereka beradaptasi di tempat-tempat baru.

- Munculnya Sifat Buruk
   Seperti yang sudah dijelaskan dalam bab sebelumnya, adanya teknologi canggih membuat diri kita egois. Sebab jarang atau malah tidak pernah melihat orang yang kurang mampu di luar sana. Perasaannya pun menjadi tidak peka terhadap sesuatu yang seharusnya mengharukan.
   Orang-orang yang seperti inilah akan sulit berorganisasi, bersosialisasi, dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Tetapi kalau kita memiliki sifat-sifat ini, cilakalah kehidupan kita tanpa bantuan orang lain. Di samping itu, kita menjadi malas untuk menulis dengan tangan. Kita pasti lebih memilih mengandalkan komputer.

- Rusaknya Budaya Bangsa
    Mengapa adanya teknologi budaya bangsa hilang atau rusak? Karena budaya kita menulis, budaya kita berpakaian sopan, budaya kita menghargai orang lain. Semua itu hilang karena sangkut pautnya dengan teknologi.
    Mesin pencetak pakaian yang modenya mulai beragam dan tidak menunjukkan unsur sopan beredar di mana-mana. Budaya menulis kita terhapus karena terbiasa menggunakan komputer. Budaya kita menghargai orang lain rusak pula akibat egois bermain dengan alat teknologi masing-masing. Bagaimana mau menghargai orang lain kalau bersosialisasi saja belum pernah.

   Dari pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa teknologi itu berpengaruh sekali terhadap kehidupan manusia. Mulai dampak positifnya hingga dampak negatifnya berperan penting pada diri kita. Tetapi tetaplah tenang, karena semua itu akan terjadi juga tergantung diri kita masing-masing dalam menanggapinya.
   Jadi tak perlu khawatir terjadi hal-hal seperti di atas. Dan bukan berarti juga manusia tidak boleh menggunakan teknologi. Namun kita sebagai manusia yang sudah dianugerahi Tuhan sebuah otak untuk berpikir cerdas, harus mampu mengatur dirinya sendiri dalam menggunakan teknologi. Yakinlah, kita bisa meminimalisir dan memaksimalisir sesuai kebutuhan atau keperluan dalam mengandalkan teknologi.


Jangan sampai kita diperbudak teknologi, jangan sampai dunia dan kehidupan ada di tangan teknologi..!!

Salam penulis.

Senin, 02 September 2013

Giveaway Buku "Pilih Angkot Atau Infaq"

Giveaway Buku "Pilih Angkot Atau Infaq"

Assalamu'alaikum bloggers.. ;)

Menyambut awal bulan September ini, Anggi mau ngadain giveaway kecil-kecilan sebagai wujud syukur karena Anggi berhasil masuk 20 nominator lomba menulis cerita inspiratif anak 2012 dalam event penerbit mayor Pro U Media. Sekaligus karena buku antologi ini telah menembus rintangan-rintangan hingga telah terbit pada bulan Juli 2013 lalu.

Nah, cara ikutan giveaway kali ini gampang banget. Cekidot yak..!
1. Follow akun blog ini
2. Follow akun twitter @AnggitaNurindah
3. Share info GA ini lewat twitter atau blog
4. Giveaway dimulai tanggal 2 September 2013 sampe tanggal 30 September 2013

*Untuk persyaratan tadi, kalian juga bisa pilih salah satu antara follow twitter atau follow blog ini.. Tapi kalo follow keduanya juga boleh, dan itu lebih baik.. :D

**Pengumumannya Insya Allah tanggal 3 Oktober 2013 ya.. ;)

Di giveaway ini juga diterapin dua sistem untuk ikutannya.

Cara Pertama -> bloggers bisa kasih komentar di bawah postingan ini tentang pendapat kalian mengenai angkutan umum yang udah jarang dipake masyarakat Indonesia. Kamu bebas kasih saran, kritik, atau apa aja mulai dari yang nylekit (nyakitin hati) sampe numbuhin bunga-bunga di dalem tubuh manusia (sangat sangat seneng). Format jawabnya:
Nama kamu:
Url blog:
Jawaban:

Cara Kedua -> tweeps bisa kasih satu tweet yang isinya satu kalimat unik, koplak, gila, serta menghibur tentang apa aja (boleh rayuan ngegoda cewek, kalimat gila, atau bahkan kalimat ngegoda cowok, baca: bebas tapi tetep ada unsur menghiburnya). Dalam tweet itu harus terdapat kata angkot atau infaq (pilih salah satu). Format jawabnya: @AnggitaNurindah (jawaban kamu) #GPAAI

Giliran nampangin hadiahnya nih.. :D

Satu komentar blogger terbaik: Buku "Pilih Angkot Atau Infaq" gratis ongkir nyampe depan rumah + Pulsa Rp. 10.000
Dua komentar blogger favorit: Pulsa @Rp.5.000


http://proumedia.co.id/components/com_virtuemart/shop_image/product/Pilih_Angkot_Ata_51d688fe3f533.png 

Satu tweet terbaik: Buku "Pilih Angkot Atau Infaq" gratis ongkir nyampe depan rumah + Pulsa Rp. 10.000
Dua tweet favorit: Pulsa @Rp.5.000


Yuk ikutan giveaway ini, lumayan kan bisa tambah-tambah buku bacaan plus nabung uang jatah buat beli pulsa.. :D


Salam keberuntungan, Guys.. ;)

Kamis, 09 Mei 2013

LOMBA BLOG OGB: Solusi Melawan Sakit Dengan "Khasiat Mujarab, Harga Bersahabat"


 Sakit ialah cobaan yang pasti bisa datang pada siapa saja, tanpa memandang derajat atau pun perbedaan seseorang. Jelasnya, siapa pun bisa mengalami rasa sakit. Hal inilah yang menyebabkan pemerintah harus menyediakan obat dengan harga terjangkau juga kualitas terjamin bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Bentuk dari kepedulian ini yaitu diluncurkannya program Obat Generik Berlogo (OGB) pada tahun 1989. Selanjutnya, pada Tahun 1991 OGB diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan obat masyarakat menengah ke bawah dengan mengacu kepada Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) untuk penyakit tertentu.
 Kebijakan pemerintah sejalan dengan Rational Use of Medicine (RUM) atau penggunaan obat rasional yang dikeluarkan oleh WHO, yakni:
“Pasien menerima pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan klinis mereka, dalam dosis yang sesuai dengan kebutuhan individual, untuk jangka waktu yang sesuai dan dalam biaya terapi yang terendah bagi pasien maupun komunitas mereka”.
 Ini berarti, penggunaan obat rasional harus tepat pada segalanya, seperti contoh tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat cara pemberian obat, dosis, frekuensi dan lama pemberian obat, serta tepat biaya. Semuanya terangkum menjadi sebuah obat berkualitas baik. Maka dari itulah, obat generik berlogo dapat dikatakan bermutu baik meskipun harga termasuk murah. Karena kualitas OGB tetap tidak kalah saing dengan obat paten, dan yang terpenting, obat ini aman untuk seluruh kalangan masyarakat.

 Selain itu, kualitas OGB terjamin sebab mengacu pada farmakope yang diterbitkan oleh Kementrian Kesehatan RI, atau farmakope-farmakope lainnya, seperti di Amerika Serikat (United States Pharmacopeia), Jepang (Japan Pharmacopeia), atau Inggris (British Pharmacopeia). Farmakope memuat persyaratan standar mutu obat dimulai dari bahan baku hingga obat jadi, sehingga apabila persyaratan di dalamnya terpenuhi, maka dikatakan obat tersebut bermutu baik. 
 Hanya perusahaan farmasi yang memenuhi syarat-syarat berikut yang boleh memproduksi OGB, yaitu:
1. Memiliki sertifikat COA (dokumen otentik yang dikeluarkan oleh pihak berwenang untuk menjamin kemurnian dan kualitas obat),
2. Memiliki sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat Yang Baik-kualitas mesin pabrik harus terstandarisasi menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, BPOM RI)
3. Setelah diuji banding bioavailibitas /ketersediaan hayati dan bioekuivalensi/kesetaraan biologi dengan obat paten memberikan hasil yang setara. Uji bioavailabilitas dilakukan untuk mengetahui seberapa cepat kandungan zat aktif dalam obat tersebut diserap oleh darah menuju sistem peredaran tubuh, sedangkan uji bioekivalensi dilakukan untuk membandingkan profil bioavailabilitas dengan tiap bentuk obat yang tersedia; yaitu meliputi tablet, kapsul, sirup, dan sebagainya.
4. Pabrik obat menetapkan standar yang baik untuk produk yang diproduksinya,  seperti :  bahan baku obat yang digunakan harus memenuhi standar bahan baku obat di Amerika Serikat (USP) dan Eropa sehingga memiliki khasiat yang sama dengan obat paten. 
Perbedaan Obat Paten, Obat Generik Berlogo, dan Obat Generik Bermerek
1. Obat paten:
Obat paten adalah obat yang baru ditemukan berdasarkan riset dan memiliki masa hak paten yang tergantung dari jenis obatnya. Menurut UU No. 14 Tahun 2001 masa berlaku hak paten di Indonesia adalah 20 tahun. Selama masa itu, obat ini komposisinya tidak boleh ditiru serta tidak boleh dipasarkan oleh pihak lain, kecuali telah meminta izin serta membayar royalti kepada pemilik paten.
Contoh obat paten, obat generik berlogo dan obat generik bermerek:
Panadol itu contoh obat Paten (ditemukan pertama kali); Sanmol dan Pamol itu contoh obat generik bermerek, dan Parasetamol dengan logo generik adalah contoh obat generik berlogo.
Ciri-ciri obat paten:
Ø Obat keluar pertama kali (penemu), dengan masa paten 20 tahun
Ø Harga mahal: menanggung biaya riset dan biaya paten, kemasan menarik, biaya promosi tinggi, bahan baku tidak disubsidi pemerintah
Ø Harga tidak ditetapkan pemerintah
2. Obat Generik
Jika masa paten suatu obat telah habis, maka perusahaan farmasi lain bisa membuat obat serupa tanpa perlu membayar royalti.
Obat generik adalah :
· Obat dengan nama resmi Internasional Non Propietary Names (INN) yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia atau buku standar lainnya untuk zat berkhasiat yang dikandungnya.
· Obat jadi yang dipasarkan dengan nama generik atau dalam bentuk bahan baku (zat kimia) untuk racikan di apotik.
Obat generik ada 2, yaitu obat generik berlogo (obat generik/OGB) dan obat generik bermerek (obat bermerek).
Cara mengenali dan membedakan antara OGB dan Obat Bermerek cukup mudah, yaitu membandingkan antara nama dan jenis bahan aktif yang dikandungnya. Misalnya untuk salep dengan bahan aktif utama asiklovir 5%. Dalam tata nama OGB, nama salep tersebut sudah pasti harus ‘Acyclovir 5%’, sedangkan untuk OBM kandungan zat aktif tersebut akan dimodifikasi dan diberi merek, menjadi ‘Paraklovir’ atau Meaklovir’, sesuai dengan keinginan sang produsen obat.
Obat generik telah memenuhi syarat quality (mutu), efficacy (khasiat), safety (keamanan) obat, dan sebanding dengan obat paten/ bermerk. Pada obat generik dilakukan penekanan biaya produksi untuk menurunkan harga produk. Pada dasarnya komposisi antara obat paten dan obat generik sama, walaupun mungkin ada perbedaan sifat fisiko kimia zat aktif yang digunakan (bentuk kristal dan ukuran partikel). Apabila terdapat perbedaan formula (terkait bahan-bahan tambahan obat seperti zat pengental, pengawet, zat pengikat, dan lain-lain) dari kedua macam obat tersebut, hal ini tidak memberikan pengaruh terhadap mutu obat secara signifikan.
Obat generik sama dengan obat paten dalam hal ketersediaan hayati maupun efek terapinya, karena komponen utama, bentuk sediaan, dan cara penggunaannya sama. Keduanya mempunyai kekuatan dan konsentrasi yang identik, dan bekerja dalam tubuh dengan cara yang sama pula. Namun tentu saja ada perbedaan dalam bentuk, warna, aroma, kemasan dan zat pembantu lainnya. Pada umumnya hal tersebut tidak menimbulkan efek samping yang berbeda. Kalau terjadi kemungkinannya bisa disebabkan adanya perbedaan zat pembantu yang digunakan dan pasien menderita reaksi alergi terhadap zat tersebut. Demikian pula sebaliknya. Obat generik bermerek dapat mengurangi masalah, jika pasien alergi tehadap zat pembantu dari produk paten.
a. Obat Generik Berlogo
Ciri-ciri:
Ø  Mencantumkan nama generik, nama perusahaan, serta logo generik berupa bulatan dengan garis-garis hijau.
Filosofi Logo Generik :
· Bulat : kebulatan tekad untuk memanfaatkan obat generik.
· Garis tebal ke tipis : menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
· Warna hijau : obat telah lulus dari segala pengujian.
Ø  Obat keluar setelah masa paten habis
Ø  Harga terjangkau (murah)
Ø  Kendali HET (Harga Eceran Tertinggi) dilakukan oleh pemerintah.
Ø  Tidak dipromosikan besar-besaran (biaya promosi rendah)
Ø  Biaya produksi rendah: kemasan sangat sederhana, diproduksi dalam jumlah besar, bahan baku disubsidi pemerintah.
Ø  Tidak menanggung biaya riset dan biaya paten
Ø  Komponen utama sama dengan obat paten
b. Obat Generik Bermerek/Obat Bermerek
Ciri-ciri:
Ø  Mencantumkan nama generik, nama dagang/ merk produk dari perusahaan, dan nama perusahaan manufaktur.
Ø  Obat keluar setelah masa paten habis
Ø  Harganya hampir  sama / lebih murah sedikit dari obat paten.
Ø  Penetapan harga diserahkan sepenuhnya pada produsen obat dan mekanisme pasar.
Ø  Dipromosikan besar-besaran
Ø  Kemasan produk yang menawan
Ø  Tidak menanggung biaya riset dan biaya paten
Ø  Komponen utama sama dengan obat paten, hanya mungkin bahan pendukung bisa berbeda. Bahan pendukung ini bisa spesial, lebih dari obat generik berlogo sehingga menjadikan harganya lebih mahal. Biasanya ada juga bahan yang ditambahkan untuk mengurangi reaksi alergi tubuh terhadap zat aktif, walaupun bagi sebagian orang adanya bahan tambahan ini malah menyebabkan alergi.
Konsumsi Obat Generik di Kalangan Masyarakat Indonesia
 Masih banyak masyarakat yang memandang obat generik itu obat murahan, mutunya rendah, dan hanya diperuntukkan bagi orang-orang miskin. Mereka meyakini bahwa jika mengonsumsi obat generik penyakit mereka akan lama sembuhnya. Berbeda sekali dengan di negara maju, di sana penggunaan OGB sudah sangat tinggi. Di Amerika Serikat misalnya, telah mencapai hampir lebih dari 50%. Hal ini didukung oleh tingkat pengetahuan masyarakatnya yang tinggi akan obat-obatan, kesadaran dokter, kuatnya posisi pemerintah terhadap dokter dan industri farmasi, serta tersedianya sistem pembiayaan kesehatan.
Di Indonesia, pangsa pasar OGB di Market Share menurut Data dari Pusat Komunikasi Publik, Kemenkes, menunjukkan angka yang sangat rendah. Dimana, pada Tahun 2005 hanya sebesar 10,7% dan kemudian cenderung turun menjadi 7,2% pada Tahun 2009. Padahal, pasar obat nasional dalam kurun waktu tersebut mengalami peningkatan.
Ada banyak hal yang menjadi penyebab rendahnya konsumsi obat generik di masyarakat, yaitu:
1. Kurangnya informasi mengenai obat generik:
· Anggapan bahwa obat generik berkualitas buruk/lama sembuhnya
· Konsumen gengsi dan menganggap sebagai obat murahan/obat orang miskin
2. Terbatasnya jenis obat generik
3. Distribusi obat generik yang masih belum merata
4. Rendahnya pengetahuan pasien tentang obat generik itu sendiri. Sehingga pasien cenderung dan menerima begitu saja apa pun obat yang diberikan dokter atau rumah sakit tanpa bertanya lebih detil.
5. Harga obat generik yang masih dirasa mahal untuk sebagian kalangan
6. Kepasrahan pasien dan keluarganya terhadap resep yang diberikan dokter, tak peduli itu obat paten atau generik.
7. Keuntungan menjual obat paten lebih menjanjikan (kepentingan pribadi pihak-pihak tertentu: dokter, pemilik apotek, dsb)
8. Keraguan dokter: dokter bisa percaya dan berani meresepkan obat generik asalkan ada uji BA/BE yang hasilnya bagus dan dipublikasikan.
 Hal ini sangat disayangkan karena kebijakan OGB ini menguntungkan masyarakat dan pemerintah. Pasien dapat menghemat biaya pengobatan, sedangkan pemerintah dapat menghemat pengeluaran negara dalam jumlah besar. Penghematan tersebut tentu akan memberikan pengaruh positif bagi pemerintah dalam menjamin ketersediaan dan meratanya obat hingga ke berbagai daerah terpencil, tertinggal, rawan bencana, dan daerah perbatasan di seluruh wilayah Indonesia.
 Tahun 2014 pemerintah berencana menerapkan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Diharapkan pada tahun 2014 nanti, tenaga kesehatan dan masyarakat sudah menggunakan OGB, sehingga seluruh rakyat Indonesia dapat memperoleh jaminan kesehatan dari Pemerintah. Dari segi kesiapan sepertinya pemerintah telah siap. OGB yang awalnya hanya diproduksi oleh beberapa industri farmasi BUMN untuk memenuhi kebutuhan institusi kesehatan pemerintah kini telah merambah ke sektor swasta. Sejalan dengan itu, jenis dan jumlah OGB pun bertambah. OGB yang di awal peluncuran hanya beberapa jenis kini telah mencapai lebih dari 170 jenis. Obat-obatan ini terdiri atas berbagai bentuk mulai dari sirup, sirup kering/dry syrup, tablet, kaplet, tablet kapsul, hingga salep; dan obat-obatan ini telah tersedia untuk berbagai jenis penyakit. Apotek yang beroperasi mau tidak mau harus melangkapi persediaan OGB tersebut sejumlah item yang ada (sesuai aturan Depkes).
 Untuk mendukung hal itu dilakukanlah sosialisasi obat generik dengan cara-cara sebagai berikut.
Sosialisasi Obat Generik:
Menunjuk duta obat generik yang dapat turun ke masyarakat
Menggencarkan iklan obat generik di media elektronik, khususnya televisi.
Penyuluhan oleh pegawai instansi kesehatan (apotek, rumah sakit, puskesmas), tenaga medis, dan paramedis kepada masyarakat
Sosialisasi di berbagai tempat keramaian, misalnya mal, wilayah industri, perumahan elit, sekolah, hingga posyandu.
Sosialisasi terhadap sasaran primer: tenaga medis dan paramedis (dokter, dokter gigi, apoteker dan paramedis di sarana pelayanan kesehatan pemerintah dan apotek milik BUMN), pasien, dan semua lapisan masyarakat
Sosialisasi terhadap sasaran sekunder, yaitu pihak-pihak yang dapat mempengaruhi perilaku sasaran primer dalam penggunaan obat generik, seperti para pakar yang berpengaruh dalam bidang kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, pendidik di lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, tokoh organisasi profesi, dan tokoh masyarakat.
Sosialisasi terhadap sasaran tersier, yaitu kelompok pembuat keputusan penyelenggara pelayanan kesehatan
Setelah kita mengetahui informasi yang benar, lengkap dan jelas melalui sosialisasi, sudah saatnya kita menjadi konsumen cerdas. Dengan menjadi konsumen cerdas kita bersikap aktif juga kritis terhadap apa saja yang terjadi, karena itu semua demi kebaikan kita. Berikut ini adalah cara untuk menjadi konsumen cerdas.
Cara Konsumen Cerdas Memilih:
· Bila menerima resep dari dokter atau menebus resep di Apotik dan keberatan dengan harga obat yang terlalu mahal, diskusikan dengan dokter atau apoteker mengenai kemungkinan penggantian obat menjadi obat generik, khususnya Obat Generik Berlogo.
· Bila setelah menggunakan obat generik, pasien merasakan efek yang berbeda dibandingkan dengan obat lainnya yang biasa digunakan, pasien dapat memberitahukannya kepada dokter dan apoteker.
· Untuk mengambil keputusan yang tepat tentang penggantian obat paten menjadi obat generik, pasien tetap perlu berdiskusi dengan dokter dan apoteker, mengingat ada beberapa obat dengan sifat-sifat khusus yang membuatnya sulit diganti menjadi obat generik.
· Brosur untuk pasien menyediakan informasi penting tentang semua zat-zat dalam obat. Karena itu pasien penting untuk membaca brosur informasi bila memakai obat baru, dan bila mengganti obat dengan zat aktif yang sama dari suatu pabrik dengan pabrik lain.
 Nah, sekarang kalian telah mengetahui Obat Generik Berlogo kan? Dengan khasiat serupa namun harga lebih murah, mana yang akan dipilih? Obat Paten atau Obat Generik Berlogo? Butuh khasiatnya atau butuh mereknya? Pilihan bijak ada di tangan kalian. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Obat Generik Berlogo, silakan saja kunjungi www.dexa-medica.com/ sesuka hatimu. Karena semua mengenai Obat Generik Berlogo ada di situ. Ibaratkan Dexa Medica adalah raja tentang permasalahan kesehatan.. :D
 Marilah kita mulai bersosialisasi mengenai Obat Generik Berlogo melalui jejaring media sosial, maupun media cetak. Bahkan, bisa pula melalui anugerah Tuhan Yang Maha Esa, yakni mulut.. :D
Sakit itu cobaan berat yang cukup menyiksa aktivitas keseharian. Maka, percayakan kesehatan pada Dexa Medica, percayakan permasalahan obat hanya pada Obat Generik Berlogo.. ;)