Anggita Nurindah Kusuma

TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR =)

Kamis, 09 Mei 2013

LOMBA BLOG OGB: Solusi Melawan Sakit Dengan "Khasiat Mujarab, Harga Bersahabat"


 Sakit ialah cobaan yang pasti bisa datang pada siapa saja, tanpa memandang derajat atau pun perbedaan seseorang. Jelasnya, siapa pun bisa mengalami rasa sakit. Hal inilah yang menyebabkan pemerintah harus menyediakan obat dengan harga terjangkau juga kualitas terjamin bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Bentuk dari kepedulian ini yaitu diluncurkannya program Obat Generik Berlogo (OGB) pada tahun 1989. Selanjutnya, pada Tahun 1991 OGB diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan obat masyarakat menengah ke bawah dengan mengacu kepada Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) untuk penyakit tertentu.
 Kebijakan pemerintah sejalan dengan Rational Use of Medicine (RUM) atau penggunaan obat rasional yang dikeluarkan oleh WHO, yakni:
“Pasien menerima pengobatan yang sesuai dengan kebutuhan klinis mereka, dalam dosis yang sesuai dengan kebutuhan individual, untuk jangka waktu yang sesuai dan dalam biaya terapi yang terendah bagi pasien maupun komunitas mereka”.
 Ini berarti, penggunaan obat rasional harus tepat pada segalanya, seperti contoh tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat, tepat cara pemberian obat, dosis, frekuensi dan lama pemberian obat, serta tepat biaya. Semuanya terangkum menjadi sebuah obat berkualitas baik. Maka dari itulah, obat generik berlogo dapat dikatakan bermutu baik meskipun harga termasuk murah. Karena kualitas OGB tetap tidak kalah saing dengan obat paten, dan yang terpenting, obat ini aman untuk seluruh kalangan masyarakat.

 Selain itu, kualitas OGB terjamin sebab mengacu pada farmakope yang diterbitkan oleh Kementrian Kesehatan RI, atau farmakope-farmakope lainnya, seperti di Amerika Serikat (United States Pharmacopeia), Jepang (Japan Pharmacopeia), atau Inggris (British Pharmacopeia). Farmakope memuat persyaratan standar mutu obat dimulai dari bahan baku hingga obat jadi, sehingga apabila persyaratan di dalamnya terpenuhi, maka dikatakan obat tersebut bermutu baik. 
 Hanya perusahaan farmasi yang memenuhi syarat-syarat berikut yang boleh memproduksi OGB, yaitu:
1. Memiliki sertifikat COA (dokumen otentik yang dikeluarkan oleh pihak berwenang untuk menjamin kemurnian dan kualitas obat),
2. Memiliki sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat Yang Baik-kualitas mesin pabrik harus terstandarisasi menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, BPOM RI)
3. Setelah diuji banding bioavailibitas /ketersediaan hayati dan bioekuivalensi/kesetaraan biologi dengan obat paten memberikan hasil yang setara. Uji bioavailabilitas dilakukan untuk mengetahui seberapa cepat kandungan zat aktif dalam obat tersebut diserap oleh darah menuju sistem peredaran tubuh, sedangkan uji bioekivalensi dilakukan untuk membandingkan profil bioavailabilitas dengan tiap bentuk obat yang tersedia; yaitu meliputi tablet, kapsul, sirup, dan sebagainya.
4. Pabrik obat menetapkan standar yang baik untuk produk yang diproduksinya,  seperti :  bahan baku obat yang digunakan harus memenuhi standar bahan baku obat di Amerika Serikat (USP) dan Eropa sehingga memiliki khasiat yang sama dengan obat paten. 
Perbedaan Obat Paten, Obat Generik Berlogo, dan Obat Generik Bermerek
1. Obat paten:
Obat paten adalah obat yang baru ditemukan berdasarkan riset dan memiliki masa hak paten yang tergantung dari jenis obatnya. Menurut UU No. 14 Tahun 2001 masa berlaku hak paten di Indonesia adalah 20 tahun. Selama masa itu, obat ini komposisinya tidak boleh ditiru serta tidak boleh dipasarkan oleh pihak lain, kecuali telah meminta izin serta membayar royalti kepada pemilik paten.
Contoh obat paten, obat generik berlogo dan obat generik bermerek:
Panadol itu contoh obat Paten (ditemukan pertama kali); Sanmol dan Pamol itu contoh obat generik bermerek, dan Parasetamol dengan logo generik adalah contoh obat generik berlogo.
Ciri-ciri obat paten:
Ø Obat keluar pertama kali (penemu), dengan masa paten 20 tahun
Ø Harga mahal: menanggung biaya riset dan biaya paten, kemasan menarik, biaya promosi tinggi, bahan baku tidak disubsidi pemerintah
Ø Harga tidak ditetapkan pemerintah
2. Obat Generik
Jika masa paten suatu obat telah habis, maka perusahaan farmasi lain bisa membuat obat serupa tanpa perlu membayar royalti.
Obat generik adalah :
· Obat dengan nama resmi Internasional Non Propietary Names (INN) yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia atau buku standar lainnya untuk zat berkhasiat yang dikandungnya.
· Obat jadi yang dipasarkan dengan nama generik atau dalam bentuk bahan baku (zat kimia) untuk racikan di apotik.
Obat generik ada 2, yaitu obat generik berlogo (obat generik/OGB) dan obat generik bermerek (obat bermerek).
Cara mengenali dan membedakan antara OGB dan Obat Bermerek cukup mudah, yaitu membandingkan antara nama dan jenis bahan aktif yang dikandungnya. Misalnya untuk salep dengan bahan aktif utama asiklovir 5%. Dalam tata nama OGB, nama salep tersebut sudah pasti harus ‘Acyclovir 5%’, sedangkan untuk OBM kandungan zat aktif tersebut akan dimodifikasi dan diberi merek, menjadi ‘Paraklovir’ atau Meaklovir’, sesuai dengan keinginan sang produsen obat.
Obat generik telah memenuhi syarat quality (mutu), efficacy (khasiat), safety (keamanan) obat, dan sebanding dengan obat paten/ bermerk. Pada obat generik dilakukan penekanan biaya produksi untuk menurunkan harga produk. Pada dasarnya komposisi antara obat paten dan obat generik sama, walaupun mungkin ada perbedaan sifat fisiko kimia zat aktif yang digunakan (bentuk kristal dan ukuran partikel). Apabila terdapat perbedaan formula (terkait bahan-bahan tambahan obat seperti zat pengental, pengawet, zat pengikat, dan lain-lain) dari kedua macam obat tersebut, hal ini tidak memberikan pengaruh terhadap mutu obat secara signifikan.
Obat generik sama dengan obat paten dalam hal ketersediaan hayati maupun efek terapinya, karena komponen utama, bentuk sediaan, dan cara penggunaannya sama. Keduanya mempunyai kekuatan dan konsentrasi yang identik, dan bekerja dalam tubuh dengan cara yang sama pula. Namun tentu saja ada perbedaan dalam bentuk, warna, aroma, kemasan dan zat pembantu lainnya. Pada umumnya hal tersebut tidak menimbulkan efek samping yang berbeda. Kalau terjadi kemungkinannya bisa disebabkan adanya perbedaan zat pembantu yang digunakan dan pasien menderita reaksi alergi terhadap zat tersebut. Demikian pula sebaliknya. Obat generik bermerek dapat mengurangi masalah, jika pasien alergi tehadap zat pembantu dari produk paten.
a. Obat Generik Berlogo
Ciri-ciri:
Ø  Mencantumkan nama generik, nama perusahaan, serta logo generik berupa bulatan dengan garis-garis hijau.
Filosofi Logo Generik :
· Bulat : kebulatan tekad untuk memanfaatkan obat generik.
· Garis tebal ke tipis : menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
· Warna hijau : obat telah lulus dari segala pengujian.
Ø  Obat keluar setelah masa paten habis
Ø  Harga terjangkau (murah)
Ø  Kendali HET (Harga Eceran Tertinggi) dilakukan oleh pemerintah.
Ø  Tidak dipromosikan besar-besaran (biaya promosi rendah)
Ø  Biaya produksi rendah: kemasan sangat sederhana, diproduksi dalam jumlah besar, bahan baku disubsidi pemerintah.
Ø  Tidak menanggung biaya riset dan biaya paten
Ø  Komponen utama sama dengan obat paten
b. Obat Generik Bermerek/Obat Bermerek
Ciri-ciri:
Ø  Mencantumkan nama generik, nama dagang/ merk produk dari perusahaan, dan nama perusahaan manufaktur.
Ø  Obat keluar setelah masa paten habis
Ø  Harganya hampir  sama / lebih murah sedikit dari obat paten.
Ø  Penetapan harga diserahkan sepenuhnya pada produsen obat dan mekanisme pasar.
Ø  Dipromosikan besar-besaran
Ø  Kemasan produk yang menawan
Ø  Tidak menanggung biaya riset dan biaya paten
Ø  Komponen utama sama dengan obat paten, hanya mungkin bahan pendukung bisa berbeda. Bahan pendukung ini bisa spesial, lebih dari obat generik berlogo sehingga menjadikan harganya lebih mahal. Biasanya ada juga bahan yang ditambahkan untuk mengurangi reaksi alergi tubuh terhadap zat aktif, walaupun bagi sebagian orang adanya bahan tambahan ini malah menyebabkan alergi.
Konsumsi Obat Generik di Kalangan Masyarakat Indonesia
 Masih banyak masyarakat yang memandang obat generik itu obat murahan, mutunya rendah, dan hanya diperuntukkan bagi orang-orang miskin. Mereka meyakini bahwa jika mengonsumsi obat generik penyakit mereka akan lama sembuhnya. Berbeda sekali dengan di negara maju, di sana penggunaan OGB sudah sangat tinggi. Di Amerika Serikat misalnya, telah mencapai hampir lebih dari 50%. Hal ini didukung oleh tingkat pengetahuan masyarakatnya yang tinggi akan obat-obatan, kesadaran dokter, kuatnya posisi pemerintah terhadap dokter dan industri farmasi, serta tersedianya sistem pembiayaan kesehatan.
Di Indonesia, pangsa pasar OGB di Market Share menurut Data dari Pusat Komunikasi Publik, Kemenkes, menunjukkan angka yang sangat rendah. Dimana, pada Tahun 2005 hanya sebesar 10,7% dan kemudian cenderung turun menjadi 7,2% pada Tahun 2009. Padahal, pasar obat nasional dalam kurun waktu tersebut mengalami peningkatan.
Ada banyak hal yang menjadi penyebab rendahnya konsumsi obat generik di masyarakat, yaitu:
1. Kurangnya informasi mengenai obat generik:
· Anggapan bahwa obat generik berkualitas buruk/lama sembuhnya
· Konsumen gengsi dan menganggap sebagai obat murahan/obat orang miskin
2. Terbatasnya jenis obat generik
3. Distribusi obat generik yang masih belum merata
4. Rendahnya pengetahuan pasien tentang obat generik itu sendiri. Sehingga pasien cenderung dan menerima begitu saja apa pun obat yang diberikan dokter atau rumah sakit tanpa bertanya lebih detil.
5. Harga obat generik yang masih dirasa mahal untuk sebagian kalangan
6. Kepasrahan pasien dan keluarganya terhadap resep yang diberikan dokter, tak peduli itu obat paten atau generik.
7. Keuntungan menjual obat paten lebih menjanjikan (kepentingan pribadi pihak-pihak tertentu: dokter, pemilik apotek, dsb)
8. Keraguan dokter: dokter bisa percaya dan berani meresepkan obat generik asalkan ada uji BA/BE yang hasilnya bagus dan dipublikasikan.
 Hal ini sangat disayangkan karena kebijakan OGB ini menguntungkan masyarakat dan pemerintah. Pasien dapat menghemat biaya pengobatan, sedangkan pemerintah dapat menghemat pengeluaran negara dalam jumlah besar. Penghematan tersebut tentu akan memberikan pengaruh positif bagi pemerintah dalam menjamin ketersediaan dan meratanya obat hingga ke berbagai daerah terpencil, tertinggal, rawan bencana, dan daerah perbatasan di seluruh wilayah Indonesia.
 Tahun 2014 pemerintah berencana menerapkan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Diharapkan pada tahun 2014 nanti, tenaga kesehatan dan masyarakat sudah menggunakan OGB, sehingga seluruh rakyat Indonesia dapat memperoleh jaminan kesehatan dari Pemerintah. Dari segi kesiapan sepertinya pemerintah telah siap. OGB yang awalnya hanya diproduksi oleh beberapa industri farmasi BUMN untuk memenuhi kebutuhan institusi kesehatan pemerintah kini telah merambah ke sektor swasta. Sejalan dengan itu, jenis dan jumlah OGB pun bertambah. OGB yang di awal peluncuran hanya beberapa jenis kini telah mencapai lebih dari 170 jenis. Obat-obatan ini terdiri atas berbagai bentuk mulai dari sirup, sirup kering/dry syrup, tablet, kaplet, tablet kapsul, hingga salep; dan obat-obatan ini telah tersedia untuk berbagai jenis penyakit. Apotek yang beroperasi mau tidak mau harus melangkapi persediaan OGB tersebut sejumlah item yang ada (sesuai aturan Depkes).
 Untuk mendukung hal itu dilakukanlah sosialisasi obat generik dengan cara-cara sebagai berikut.
Sosialisasi Obat Generik:
1 Menunjuk duta obat generik yang dapat turun ke masyarakat
2 Menggencarkan iklan obat generik di media elektronik, khususnya televisi.
3 Penyuluhan oleh pegawai instansi kesehatan (apotek, rumah sakit, puskesmas), tenaga medis, dan paramedis kepada masyarakat
4 Sosialisasi di berbagai tempat keramaian, misalnya mal, wilayah industri, perumahan elit, sekolah, hingga posyandu.
5 Sosialisasi terhadap sasaran primer: tenaga medis dan paramedis (dokter, dokter gigi, apoteker dan paramedis di sarana pelayanan kesehatan pemerintah dan apotek milik BUMN), pasien, dan semua lapisan masyarakat
6 Sosialisasi terhadap sasaran sekunder, yaitu pihak-pihak yang dapat mempengaruhi perilaku sasaran primer dalam penggunaan obat generik, seperti para pakar yang berpengaruh dalam bidang kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, pendidik di lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, tokoh organisasi profesi, dan tokoh masyarakat.
7 Sosialisasi terhadap sasaran tersier, yaitu kelompok pembuat keputusan penyelenggara pelayanan kesehatan
Setelah kita mengetahui informasi yang benar, lengkap dan jelas melalui sosialisasi, sudah saatnya kita menjadi konsumen cerdas. Dengan menjadi konsumen cerdas kita bersikap aktif juga kritis terhadap apa saja yang terjadi, karena itu semua demi kebaikan kita. Berikut ini adalah cara untuk menjadi konsumen cerdas.
Cara Konsumen Cerdas Memilih:
· Bila menerima resep dari dokter atau menebus resep di Apotik dan keberatan dengan harga obat yang terlalu mahal, diskusikan dengan dokter atau apoteker mengenai kemungkinan penggantian obat menjadi obat generik, khususnya Obat Generik Berlogo.
· Bila setelah menggunakan obat generik, pasien merasakan efek yang berbeda dibandingkan dengan obat lainnya yang biasa digunakan, pasien dapat memberitahukannya kepada dokter dan apoteker.
· Untuk mengambil keputusan yang tepat tentang penggantian obat paten menjadi obat generik, pasien tetap perlu berdiskusi dengan dokter dan apoteker, mengingat ada beberapa obat dengan sifat-sifat khusus yang membuatnya sulit diganti menjadi obat generik.
· Brosur untuk pasien menyediakan informasi penting tentang semua zat-zat dalam obat. Karena itu pasien penting untuk membaca brosur informasi bila memakai obat baru, dan bila mengganti obat dengan zat aktif yang sama dari suatu pabrik dengan pabrik lain.
 Nah, sekarang kalian telah mengetahui Obat Generik Berlogo kan? Dengan khasiat serupa namun harga lebih murah, mana yang akan dipilih? Obat Paten atau Obat Generik Berlogo? Butuh khasiatnya atau butuh mereknya? Pilihan bijak ada di tangan kalian. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Obat Generik Berlogo, silakan saja kunjungi www.dexa-medica.com/ sesuka hatimu. Karena semua mengenai Obat Generik Berlogo ada di situ. Ibaratkan Dexa Medica adalah raja tentang permasalahan kesehatan.. :D
 Marilah kita mulai bersosialisasi mengenai Obat Generik Berlogo melalui jejaring media sosial, maupun media cetak. Bahkan, bisa pula melalui anugerah Tuhan Yang Maha Esa, yakni mulut.. :D
Sakit itu cobaan berat yang cukup menyiksa aktivitas keseharian. Maka, percayakan kesehatan pada Dexa Medica, percayakan permasalahan obat hanya pada Obat Generik Berlogo.. ;)

Rabu, 24 April 2013

LOMBA BLOG SAHABAT MARINA: Sahabat Terbaik Untuk Kulit Indahmu


 Memiliki kulit cerah dan indah adalah hal yang sangat diinginkan oleh kebanyakan manusia, terutama perempuan. Mereka saling bersaing untuk menemukan dan mendapatkan cara jitu mencerahkan kulit, melembutkan kulit, juga mengindahkan segala hal dalam kulit. Tapi, kini kalian tak perlu khawatir lagi akan cara mengindahkan kulit. Karena telah muncul sahabat kulit yang cocok dipakai untuk semua jenis kulit. Cukup dengan satu cara mudah, kulit sudah bisa terlihat lebih muda.
 Marina Uv White adalah solusinya, sahabat terbaik untuk kulit semua wanita. Berbeda dengan produk lainnya, Marina Uv White mengandung bahan Biowhitening Complex yang teruji klinis membuat kulit tampak lebih putih. Sebab itulah Marina Uv White dapat dijadikan sahabat terbaik untukmu, terutama kulit indahmu. Sayang kan jika kulit yang seharusnya indah, justru menjadi hitam, kasar, dan sangat tidak menyenangkan setiap dipandang, hanya karena salah memilih cara.
 Peluncuran Marina Uv White mampu memberikan kepercayaan bagi kebanyakan wanita di Indonesia. Dari situlah, Marina Uv White mulai berkembang hingga berhasil meluncurkan produk terbarunya, yakni Marina Uv White Extra SPF 15. Khasiatnya sama, tetapi khusus untuk Marina Uv White Extra SPF 15, keuntungan menggunakan produk ini lebih banyak dibanding dengan Marina Uv White yang lalu.

 Marina Uv White Extra SPF 15 terbuat dari bahan-bahan berkhasiat seperti SPF15, PA+ dan Yogurt. Dari bahan-bahan tersebut, Marina UV White Extra SPF15 dapat lebih extra melembutkan kulit, mencerahkan kulit, dan mengoptimal perlindungan kulit setiap hari, bahkan setiap waktu. Sama seperti nama produknya, Marina Uv White Extra SPF 15 memiliki khasiat extra untuk mengoptimal dalam melindungi 94% kulit dari sinar UV. Pokonya, cara kerja produk yang satu ini sangat extra.. :)
 Marina Uv White Extra SPF 15 Hand & Body Lotion memiliki banyak keunggulan. Karena tak sembarang lotion bisa menjadi bahan pembuatan produk ini. Lotion yang digunakan ialah lotion yang mampu melindungi kulit dari sinar matahari, sehingga kulit tampak lebih putih merata dan menjaganya tetap putih dengan perincian khasiat bahan sebagai berikut:
 1. SPF 15 berguna sebagai UV B Protection yang melindungi dari paparan sinar matahari setiap hari. Hingga kita tak perlu takut lagi terkena panasnya terik sinar matahari.
 2. PA+ berguna sebagai UV A Protection yang membantu menghambat proses penggelapan kulit. Dari situ, kulit akan terlihat indah dipandang dengan warna cerahnya.
 3. Biowhitening Complex dari Yogurt dan Vitamin B3 yang kaya akan nutrisi berguna untuk bekerja membantu mencerahkan warna kulit, sehingga tampak lebih putih merata. Tidak kenal dengan bahasa "kulit belang" di kamus kehidupan.. :D
 Begitu penting SPF 15 dalam berperan sebagai perlindungan optimal kulit idaman setiap hari. Karena dengan Sahabat Marina dan komposisi SPF 15, kulit menjadi tampak lebih putih merata dengan perlindungan extranya. Terpapar sinar matahari merupakan salah satu faktor penyebab warna kulit menjadi gelap dan tidak merata. Namun dengan keduanya, kulit gelap yang tidak merata tak akan muncul dalam kulit kita.
 Pancarkan kecantikan alamimu dengan kulit yang tampak cerah, sehat dan terlindungi. Ingat! Cukup pakai Sahabat Marina Uv White Extra SPF 15 untuk kulit tercintamu, jangan yang lain! Salah pilih bisa bahaya lho.. Nggak mau kan kulit kalian rusak? :)
 Tampil cantik itu mudah kok, hanya perlu Sahabat Marina. Semua pasti akan lancar. Perlindungan optimal setiap hari yang menjadi salah satu cara kerja Marina Uv White Extra SPF 15 menjadikan kulit kita terlindungi. Alhasil, kulit tampak lebih putih dan cerah deh..
 Ingat rumus kecantikan alami dari kulit indahmu ya.. Percayakan masalah kulit pada Marina, percayakan diri kamu karena Marina UV White Extra SPF 15..



 Beberapa dikutip dari: www.sahabatmarina.com 


Minggu, 24 Maret 2013

Buku Antologi Ke-3 (Kumpulan FTS)

TELAH TERBIT: BUKU KEAJAIBAN BERSYUKUR



Judul : Keajaiban Bersyukur
Penulis : Nenny Makmun, Clara Rosalina, Atji TS Baruwati, dkk
Penerbit : deKa Publishing
ISBN 978-602-17198-4-8
Tebal : vii+182 hlm.; 13 x 19 cm
Harga : Rp. 38.000,- (belum termasuk ongkir)
Harga kontributor : Rp. 30.400,- (belum termasuk ongkir)


Kutipan cerita :
Orang tuaku bingung bagaimana caranya agar mereka masih bisa menghidupi keluarga ini dan menyekolahkan aku dan kedua adikku. Namun ternyata karena alasan ekonomilah yang kerap menjadi pokok permasalahan keluargaku ini. Aku pun bahkan sempat berniat ingin mengakhiri hidup hidupku dengan cara bunuh diri karena tidak kuat lagi melihat orang tuaku selalu bertengkar di depanku dan kedua adikku… (Hikmah di Balik Bersyukur ~ Clara Rosalina)

Masih teringat dalam pikiranku, tidak terasa waktu demi waktu terus berjalan, sudah delapan belas tahun yang lalu aku memang menderita sakit infeksi payudara. Menurut hasil pemeriksaan medis aku harus menjalani operasi, tetapi ibuku tidak mengijinkan aku untuk melakukan operasi, karena menurut pemikiran ibuku sehabis operasi pasti masih ada operasi lanjutan atau operasi berikutnya. Sehingga aku harus melakukan pengobatan herbal yaitu dengan cara minum air rebusan herbal, dan dibantu pengobatan pemijatan atau refleksi… (Aku Bersimpuh, Bersujud ke Hadirat-Mu ~ Atji TS Baruwati)


Kontributor :
Akbar Zidny |Ananda Ratna | Anggita Nurindah Kusuma | Anik Wikantari | Anung D’Lizta | Arinda Shafa | Arphy Noor | Askar Marlindo | Atjie TS Baruwati | Bondan Al-Bakasiy | Bo Lin’s Bio | Clara Rosalina | Dedul Faithful | Dias |Dunar Rizky | Dyah Kirei | Egi Trialogi | Es Ef Em| Farah Maulida | Gluck Fraulein | Grace Merry Putri Sabira | Hady Kristian | Heru Patria | Kamiluddin Azis | Marjan Anura | M. Syamsul Qulub | Mulyoto M | Nazlah Khairina | Naelil Sastra | Nenny Makmun | Neyna Minaff | Niam At-Majha | NoorSalim Hs | Novelia Indri Susanti | NuraRisala Kerinduan | Nuribu | Nur Rokhmanita | Phie | Rena Tan | Rifkaza | Rohmatin Nur Dhuha | Rosidah Albana | Sarviany Tiacoly | Sawaluddin Sembiring | Muhammad Rifqi Saifudin | Shintany | Suparno | Uchi Chotimi | Vanya | Yani Syand | Yuni Retnowati | Zsania Senja


***


[CARA PEMESANAN]
Ketik SMS :
# HAS Syukur #
Nama penerima :
Alamat lengkap :
Kodepos :
Jumlah :
No. HP :
Kirim ke 083879804181 atau inbox DeKa Publisher atau invite pin BB 31577AE8 :)
Kami akan mengirimkan total yang harus dibayar serta pemberitahuan nomor rekening.


Happy shopping…!

Buku Antologi Ke-2 (Kumpulan Karya Singkat)

Telah Terbit : Andai Jokowi Jadi Presiden 

 

 

Judul          : Andai Jokowi Jadi Presiden
Pengarang : Anisa Ae, dkk
Ukuran      : 14x20 cm
Tebal         : vi + 195 hlm
Harga        : 42.000
CARA PEMESANAN :
Ketik: JOKOWI # NAMA LENGKAP # ALAMAT LENGKAP # JUMLAH # NO TELP
Kirim ke : 082333535560
Jika kontributor, tambahkan kontributor # judul naskah
Nanti Anda akan mendapatkan SMS No.Rek dan jumlah yang harus dibayarkan.

SINOPSIS :
Jika ada yang menanyakan mimpi saya, saya tak memimpikan banyak. Saya hanya ingin Pak Jokowi bisa memimpin Jawa Timur juga, setidaknya menjadi Bupati Malang. Saya juga ingin merasakan blusukannya Pak Jokowi dan beberapa program-program yang beliau adakan. Namun,itu hanyalah sekedar mimpi. Tak mungkin beliau turun jabatan dari gubernur menjadi bupati.
Akhirnya, saya berpikir, bagaimana jika Jokowi menjadi presiden? Mungkin kota saya juga akan ikut merasakan blusukan dan program-progam tersebut. Mimpi kecil saya. Sungguh sangat kecil, karena hanya untuk kota saya.
Namun ketika mimpi tersebut mulai terucap, banyak teman yang ikut mendukung mimpi tersebut. Dari anak sekolah sampai para orang tua. Mereka mendukung sebuah mimpi, agar Pak Jokowi menjadi presiden.
Inilah kumpulan mimpi kami. Mimpi kecil yang berkembang menjadi besar dan berharap menjadi kenyataan..

*Khusus buku ini, sudah pernah diserahkan dan dibaca oleh Bapak Jokowi*

Buku Antologi Ke-1 (Kumpulan Cerpen)

Akhirnya Tulisanku Terbit Juga



Telah Terbit....
Buku Akhirnya Tulisanku Terbit juga....

buku ini terdiri dari 6 series,,,,
Buku #1
Aku Bisa! : Chastfa
Hikmah dari Catatan Perjalanan : Amaniyya Al Asr
Bonus Cowok Cakep : Fitria Desi Shinta
Bunda, Aku Lolos! : Naelil
Catatan Juangku : Anung D’Lizta
Hitam Namaku Dara Ugi’ : Munjiyah Dirga Ghazali
Suatu Hari di Bulan September : Akdesia Oidiana Pangaribuan
Akhirnya Terbit Juga : Ria Hidayah
Yang Pertama Kalinya : Wita Rosmalia
Impianku Menjadi Penulis dan Pengusaha Sukses : Askar Marlindo
Jawaban Penantian : Rita Damayanti Sipayung
Kisah di Balik “Purnama di Malam Buta” : Anisa Wijayanti
Kisah Oktober Ceria, Tulisanku Terbit juga : Riska Irene Simatupang
Malaikat Putih #1 : Asmaul Husnah
Malaikat Putih #2 : Asmaul Husnah
Mendikte Hati Tuhan : Muhammad Furqon Az
Mimpi Yang Jadi Kenyataan : Achmad A. Arifin


Buku #2
Bahagianya Tulisanku Terbit : Wahyu Ekasari Nugraheni
Dipaksa Membuat Tak Percaya : HF Inna
Dunia Kata : Dedi Ashari
Buku Pertamaku, Motivatorku : Luluk Kristianingsih
Percikan Pelangi : Hilda Amanda Putri
Olala...Olili... : Tomy M Saragih
Timbul Tenggelam : Vita Ayu Kusuma Dewi
Siap Terbit : Syifaul Falasifah
Menulis Itu Sesuatu : Ica Alifah
Three in One : Anggita Nurindah Kusuma
Mimpiku Ada Dalam Genggamanku : Nuraeni
My First Book : Wahda Khadija Salsabiila
Penghargaan pertamaku : Hasan Ar-Rezky
Semua Memang Akan Indah Pada Waktunya : Aswary Agansya
The Hard 1st Short Story : Hannan Izzaturrofa
Buncah Bungah Sabtu Sore : Neli Rosdiana


Buku #3
Kisahmu dalam Novelku : Yuni Retnowati
Mati untuk ke-sekian kali : Eka Desyi Ernawati
Mendadak Artis : Puri Parwati
Merangkak Untuk Menuju Puncak : Toffa Giez
Pertama Untukku : Ruspeni Daesusi
Arti Menulis : Ratna Eka Sari
Sik, Asyiiik.... : Nai Azura
Tuhan, Ini Proposal Hidupku : Ulil Asmi
Wrong Choice : Lina Nurdiana
Benar-Benar Harus Berbahagia : Nanaz Nazrul
Bukuku, Buah Hatiku : Azri Zakkiyah
Cita-citaku Menjadi Penulis : Siti Nurjannah

Buku #4
Jatuh Sekali, Bangkitlah Berkali-Kali : Andalusiana Cordoba
Aku Ingin, Aku Mau Maka Aku Mampu : Desty Dasril
Bunda, Aku Lolos! : Naelil
Cermin Hati Yang Memilih : Dara Eka Distira
Go Nulis ! : Maswha Faizah
Pagi Berkabut dan Segurat Cahaya di Kaki Langit : Sepri Ayu Flow.
Hadiah Menjadi Motivasiku : Feni Dwi Maslin
Ketika Tulisanku Terbit : Rezita Agnesia Siregar
“Nomor 29!” : Dian Agustin
Bulan Ramadhan 2011, Tonggak Aku Menulis Lagi : Adhita Prawatyo
If You Can Dream It, You Can Do It : Nur Azizah Rizki A.
Cinta Orang Tua Kepada Anaknya : Lian Hadinata
Nekat Menembus Kerumitan : Asih Putri Utami
Sebait Pena Liar : Anzil Laila
Sedekah Tulisan Membawa Berkah : Nyi Penengah D
Selaksa Mimpi Si Penulis Unyu : Bondan Al-Bakasiy


Buku #5
UKM FDI Pintu Gerbang Penyair dan Penulis Dunia : Sandi Iswahyudi
"Kenangan, Cinta, dan Warnet Berdebu" : Ken Hanggara
Air Mata Ibu : Rahmat Akbar
Antologi Pertama : Chinglai Li
Awalnya Coba-Coba, Eh Tulisanku Langsung Dimuat! : Hanna Kristina
Mawar Terakhir Untuk Friska : Caka. A. A
Sebuah Bonus Pemicu Semangat : Nathalia Diana Pitaloka
Tanpa Beban Dan Penuh Cinta : Wahyu Widyaningrum
Berkatalah yang baik atau diam : Eka Desyi Ernawati
Gadis Kecil di Perempatan Jalan : Eka Desyi Ernawati
Goresan Tinta Berjuta Makna : Sis Ariyanti
I’m Proud Tobe A Writer : Trance Taranokanai
Lika Liku Menulis : Al Khanza Demolisher
Kau Selalu Tersenyum : Heris Gentur
Keimananku : Heris Gentur


Buku #6
Awalnya Aku Malu : Arinda Shafa
Di Ujung Kegagalan : Vina V Katerwilson
Menulis Untuk Mendapatkan Uang : Ikhrina Syaf’Aini
Senangnya Dibukukan Juga : Rahel Simbolon
Tanda Tangan Pertama : Zubeir el-Awwabi
Tentang Bunda : D'perindu Queen
Sebait Doa Ibu Untuk Buah Hatinya : Indah Dwi Astuti
Dan Mataharipun Terbit : Merice Syahidah
Setitik Do’a di Ujung Pena : Evy Novyanti
Terus Buku-kan Idemu : Nenny Makmun
Hangatnya Seangkir Perjuangan : Sulaiman Rambe Tampan

harga normal : 30rb/buku
penulis : 27ribu

UNTUK YANG INGIN MEMILIKI KE-6 series buku ini, Anda hanya perlu membeli 5 buku, DAN 1 BUKU GRATISSS....

untuk pemesanan, selahkan inbox ke fb Iwan Wungkul atau Anggita Nurindah Kusuma dengan format ATTJ_NAMA_JUMLAH_ALAMAT